Aku telah hanyut, terseret sejauh-jauhnya terbawa arus yang sangat kuat dan mengerikan. Tubuhku koyak, tulangku remuk, jiwaku aku tak lagi merasakan memiliki jiwa, dan yang terparah, aku merasa hatiku mati. Dalam kebisingan suara yang kejam, aku terbawa dan terlempar. Kadang aku terhantam sebuah batu besar, kadang aku tenggelam dan terjepit diantara palung-palung yang dalam. Semua bukan salah siapapun, namun akulah yang membunuh jiwaku sendiri. Akulah yang telah meloncat kedalam arus itu, walau kadang aku tak menyadarinya, kenapa aku sedemikian bodohnya. Rasanya otakku sudah semakin sekarat, karena tak mampu lagi berfikir cermat. Dalam kelemahan jiwaku ini, aku malu harus memohon pertolongan dari-Nya. Aku terlalu sering mengkhianatinya, Aku menguncinya di Masjid, Aku menguncinya di tempat Aku menemuiNya. Namun, aku sering melupakanNya saat Aku haus dan dahaga akan dunia.
Namun, inilah diriku dalam keterpurukan, Aku bukanlah malaikat yang tak pernah berdosa, namun Aku juga tak ingin menjadi setan yang ditakdirkan untuk sesat selamanya. Aku hanya manusia biasa, yang tak luput dari dosa dan kesalahan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar