jangan salahkan sastraku yang hanya bagian naluri
salahkanlah kerinduan yang mengubah setiap kata jadi puisi
saat berjumpa diujung lidah mungkin hanya ada diam
namun larik puisi jadi saksi penantian malam
kepada untaian kata kutitipkan sedikit asa
sebab lewat lisan aku tiada kuasa
rasa yang belum pantas diucap biarlah dipendam dalam-dalam
atau adukan saja pada Allah lewat doa diam-diam
Selasa, 13 Januari 2015
Kadang tak mengerti dengan apa yang dirasakan diri,
sepertinya bahagia, tapi apa iya??
jika bahagia itu hanya singgah sambil lalu..
Mungkinkah itu memang hanya fatamorgana atau sekedar ilusi hati?
Entahlah, tapi aku merasa bahagia, sangat bahagia
hanya saja
bahagiaku tak pernah seperti nyata
semua seperti maya dan tak pernah berwujud sempurna
namun aku sungguh bahagia
dan tak ingin kehilangan perasaan seperti itu
walau aku tau semuanya hanya seperti ilusi dan menipu
sepertinya bahagia, tapi apa iya??
jika bahagia itu hanya singgah sambil lalu..
Mungkinkah itu memang hanya fatamorgana atau sekedar ilusi hati?
Entahlah, tapi aku merasa bahagia, sangat bahagia
hanya saja
bahagiaku tak pernah seperti nyata
semua seperti maya dan tak pernah berwujud sempurna
namun aku sungguh bahagia
dan tak ingin kehilangan perasaan seperti itu
walau aku tau semuanya hanya seperti ilusi dan menipu
Langganan:
Postingan (Atom)

